Monday, February 22, 2010

Marley VIII

GRRR—AHHH!! GRRRR…
Geraman-geraman terngiang-ngiang di kepalanya yang makin terasa pusing. Setengah mati Mayda berusaha tetap sadar. Atau malah dia memang sudah mati?
“Pliz.. jangan mati dulu..itu si Sandra masih ngutang pulsa banyak banget ma gue..dan gue uda beli tiket bulan madu ma Lulu ke Bali.. anjing! Jangan mati duluuuu… annnn-!”

Tuuut-tuut-tuuuttt…

Ah mati. Ponselnya mati. Padahal ia sudah bilang pakai saja Xelon lain dan bukan dirinya. Ia tak ahli membedah dan hanya ingin mengorek bangkai, bukan yang masih berdegup seperti ini. Jing lalu menghela nafas dan kembali ke meja operasi. Kembali menghadapi seonggok makhluk yang mau tidak mau akan jadi induk semang Dio.
“Belum selesai juga?” tiba-tiba sebuah suara menegurnya. Suara yang sangat ia kenal. Datar tenang dan meruapkan kepongahan yang luar biasa di tiap jedanya. Ia selalu menyunggingkan senyum jahat hingga taringnya selalu tampak lebih sombong daripada dirinya.
“Belum, Re.. aku tidak tahu apa dia bisa tahan dengan Dio” Jing memasukkan ujung sulurnya lebih dalam lagi untuk mengambil benda kecil yang kini terselip di saluran trachea manusia yang masih bersimbah darah itu.
“Buat dia tahan. Kalau perlu aku akan memberikannya cairan itu agar kali ini manusia itu bisa berguna”
Jing hanya bisa menggerakkan tangkai-tangkai putik di atas kepalanya yang bewarna ungu pucat. Ferre lalu menyunggingkan senyumnya lagi lalu berjalan menembus pintu.
Dio dalam tabung kaca sudah berulangkali berganti wujud. Sebentar besar. Sebentar kecil kembali. Sulurnya mulai tumbuh sepanjang tungkainya dan mulai memilin-milin. Selama itu pula ia berusaha memecahkan kaca tabung, penasaran setengah mati pada apa yang sedang dikorek-korek Jing. Ia memutar-mutar telinganya yang berbentuk bunga dan menempelkannya ke kaca tabung. Berusaha mencari tahu dan mengenali degupan si manusia yang katanya telah membuatnya hidup.
Kening Jing yang juga kelopak dari kepalanya berkerut-kerut dan berlipat-lipat. Ujung sulurnya telah berhasil menemukannya. Begitu ia cabut keluar benda putih berkilat itu, seketika itu juga manusia itu membuka matanya dan,
“EMAAAAAAAK!!!!”
Manusia itu terduduk dengan nafas memburu. Matanya berkerjab-kerjab lalu menyadari sesuatu berdiri di sisinya, ia pun menoleh. jing masih mematung.
“err.. Pohon pisang...ungu?” Mayda bergumam setelah dengan setengah sadar ia menganalisa Jing dengan kelopak ungu di kepalanya.
“Bukan. Saya salah satu dari sembilan Xelon di sini.”
“Pohon pisangnya bicara!” seru Mayda.
“Bu..kan..di..a..bu..kan..po.pisa..ng” Dio tiba-tiba saja sudah melayang terbang mendekati Mayda.
“Ah! Setan kecil yang tadi!” Mayda mengenali tubuh kecil makhluk di hadapnnya dan telinga bunga merah mudanya. Makhluk kecil itu ijo muda dan berbulu-bulu lembut di seluruh tubuhnya. Di ujung-ujung jarinya tumbuh sulur-sulur tipis yang menggulung-gulung menyerupai jari. Dan senyum manisnya yang canggung terlihat sama seperti ketika ia mengucap sesuatu yang aneh sebelumnya.
“Dio, kurasa dia belum siap. Kembalilah ke tabungmu” ucap Jing sambil menunjuk ke arah tabung besar yang kacanya pecah sebagian. Dio menggeleng-geleng. Sulur di ujung jarinya menebal dan meruncing. Dua bola mata Dio yang bersinar kuning menatap lurus ke dalam mata Mayda hingga gadis itu merinding ngeri. Tubuhnya terasa terpaku dan ia baru merasakan semilir wangi amis darah dan ketika ia mengikuti baunya, sadarlah ia kalau rongga dada sampai perutnya terbuka. Ia terbelalak melihat isi dari tubuhnya sendiri dan ingin berteriak sekuatnya tapi tak mampu. Rahangnya kaku dan tenggorokannya kering. Ia hanya bisa melihat dan merasakan apa yang selanjutnya terjadi pada dirinya.
Dio, makhluk aneh kecil yang sebelumnya menyapanya dengan lucu kini menggeram sambil menancapkan sulur-sulurnya ke dalam tubuh terbuka Mayda dengan bertubi-tubi sampai tubuhnya gemetar. Seperti dihujam ribuan pisau, Mayda merasa tersayat-sayat dan terpotong kecil-kecil tiap sulur itu menghujaminya. Dio seperti berpegangan dan menghadap tepat ke dada Mayda yang terbuka. Ia melebarkan celah di wajahnya yang menjadi mulutnya dan menampilkan sederetan gigi-gigi kecil tidak beraturan yang bersimbah liur. Mayda menyumpah serapah sekaligus berdoa kuat-kuat dalam hati. Ia berharap kengerian di hadapannya hanya mimpi. ia bergidik. Tubuhnya lemas dan jantungnya berdegup kencang. Ia melihat Lidah Dio bertotol-totol hitam menjulur-julur siap bekerja. Mulut itu terbuka lebar dan semakin mendekat. Dekat. Dekat ... dan..

Friday, February 12, 2010

Indonesian blood bank stocks critically low!

Indonesian blood bank stocks critically low!: Only about 5 in 1,000 Indonesians donate blood each year. This compares to 14 out of every 1,000 in Malaysia; 24 in Singapore and 68 in Japan. In a country where diseases such as dengue fever and natural disasters are tragically very common, it is vital that a high level of blood stocks are maintained at all times. And it especially needs more donors for rarer type blood types such as AB. So Indonesia needs everyone to help organize regular blood donations – whether at your company or in your street or complex. If you can help, please contact Palang Merah (Red Cross) Indonesia here.

(Source : http://www.whatsnewjakarta.com/newsletter/2010/index.htm)

 

Boks,

Jangan nyinyir ini itu tapi ga pernah took action. This is your time.

Ayo donor darah! Jangan alesan ini itu! Ga penting!

Malu! Tauk! Malu!  Berangkat sana donor darah.

 

Wednesday, February 10, 2010

Marley VII

"mati gw,mati gw matiiii" pikir Mayda berulang kali. Dalam bayangannya, cairan lengket berwarna merah ini pastilah darah! "Daraaaah!!!Oh Tuhan,kenapa sekarang? Kenapa disaat karier gw baru mau dimulaaaaai,kenapose Tuhaaaan?Kenaposeeeeeee???????!" dan dengan meyakini bahwa cairan yang membasahi dadanya adalah darah, perlahan tapi pasti, Mayda pun menjatuhkan dirinya sendiri ke lantai, "dingiiiin..Begini ya rasanya mati?Oh Sandraaaa, traktiran pecel ayaaaam, ooooooh.."
dan Mayda pun mendarat sempurna, tergeletak tak berdaya dengan dada dibasahi cairan berwarna merah.." Selamat tinggal dunia.." adalah kata kata terakhir yang terbersit dibenak Mayda.. lalu tiba tiba.. ia merasakan ada sesuatu yang nowel-nowel pipinya, mencet-mencet idungnya,dan ketika rambutnya terasa ditarik-tarik, Mayda akhirnya bereaksi " AW!!!!Sakit bentjong!!!!!!!" dan dihadapannya, berdiri sesuatu.. apa itu? malaikat? ato setan??? dia kecil, berbulu, berbunga! hah? berbunga? " malaikat kok sayapnya gak ada malah numbuhin bunga di telinga? tapi kalo setan..manis amat make hiasan bunga bunga segala????"
lalu.. sosok itu menyentuh cairan merah darah Mayda yang menetes di lantai dengan salah satu tangannya yang berbentuk aneh, menggenapi segala keanehan yang tampak pada dirinya.. menjilatnya,menyeringai lalu berkata.. " Dalah cegaaaal.. Nyahahahahahahahahahaha!" dan tiba-tiba sosok itu terbang menjauh lalu menghilang..
Mayda diam..membeku,entah harus berpikir dan berkata apa selain.. " tadi dia bilang apaan yak? " belum selesai Mayda menemukan jawaban dan maksud dari kata-kata makhluk aneh tadi, dia sudah dikagetkan lagi dengan munculnya suara seseorang yang menggeram keras dari kejauhan, suara yang menakutkan, dan kali ini, benar-benar membuat Mayda beku saking takutnya..

AADM! Alias ada apakah dengan Mayda? Masih hidup ato sudah matikah dia? Siapa sosok kecil yang absurd tadi? Dan apppa yang sebenarnya sedang terjadi iniiiii???????..Em..yang itu, kalimat yang nanya apa yang sebenarnya terjadi itu, pertanyaan pribadi dari aku juga teman-teman, soalnya aku biiingung, jadi ajaib gini yak ceritanya?jiahahahahahahahaha, jadi maaf kalo kalo agak terlalu singkat ya teman temaaaan,lain kali, pasti akan lebih berusaha lagi!..baiklah! ehm ehm, selanjutnyaaa, tanpa harus berbasssa basssi, kittta tampilllnya, berrrrrrrrrrrindiiiiiil waaaaaatiiiiiiiiiiiiii!!!!! tarik tjiiiiiiii!

MARLEY VI

CUT! CUT! CUT!Apa-apaan ini??!!! Monyet semuanya! Yang serius dong ! Lo pada niat kerja ga sih??! Lo thu ngisi suara anjing, anjing! Anjing mau….mau…...

Mau apa, Bos?

Udah bencong, lo diem! Mau gue jadiin monyet juga lo?

"Script! Ganti lokasinya! Gue ga dapet feelnya! Ganti! Ganti! Bubar! Pada ga bisa kerja yang bener! Mau jadi apa film gue! Monyeeeeet!!!"

.........

Mayda keluar tergesa dari studio tempat dia mengisi suara."Monyet! Elo yang monyet!!" Rutuknya dalam hati. Film apaan. Film kartun aja ribet banget. Menyusuri selasar, tangannya merogoh ke kantong celana kargonya, handphone'nya bergetar. Sandra.

"Ya Ndra, gue mau keluar dulu. Capek ngurusin monyet dan anjing"

"Hahaha. May, buruan balik kesini, 5 menit lagi mau take. Juragan monyet mau ngelanjutin adegan marley pengsan"

"aaaaaaah Monyet thu orang! Hhhh. Kalo gue cabs, dia gimana ya? Gue males banget'

"Hehehe. Don't bother to come back here then, darling. Besok lo musti bayar kontrakan, inget? Dan hari ini bayaran. Ayolah, bertahan dulu sebentar. Ntar malem gue traktir pecel ayam deh"

"Hhh. Wauff!"

" Hehehe. Buruan kesini ya?"

Mayda baru akan memutar badan untuk kembali ke studio, ketika mendengar suara isakan dari ruangan property di ujung selasar. Sepertinya dia mengenal suara itu. Dinda. Pengisi suara Sisil.

Mayda memutuskan untuk memeriksa keadaan Dinda. Ia mendekat ke ruangan prop dan mengetok pintu perlahan. "Din… Dinda…lo didalam? Dinda…"

Tak ada jawaban. Isak tetap terdengar.

"Din, gue masuk ya?" kata Mayda sambil mendorong gagang pintu ruangan prop.

Mayda terkesiap, hawa dingin menyeruak dari dalam. Ruangan gelap gulita. Tangan kiri menggapai saklar lampu dan tangan kanan menahan pintu. Drrrt Drrrt. Anjrit! Getar panggilan handphone kantong celana mengagetkannya.

Tangan kanannya melepas gagang pintu merogoh handpone. Klek. Pintu ruangan menutup sendiri. Fiuh. Akhirnya tangan kirinya berhasil menemukan dan memencet saklar lampu. Matanya berkerjap-kerjap dibanjiri cahaya. Didekatkannya handphone ke telinga. Unknown number.

" halo"

"Marleeey…."

Jleb. Dari arah depan, sebuah benda bulat pipih terbang dan mengenai leher Mayda. Sakit sekali.Tiba-tiba dadanya sudah basah oleh cairan lengket merah.

-maulllyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyy….goattie. ayo lanjutkan.

Tuesday, February 9, 2010

anggota threelights cewe ato cowo hayo..



artinyaaaa... Taiki kun adalah yang paling tinggi di dalam (grup) Threelights..

hehehehehe.. gue suka yang Saia (yang tengah) hehe.. tar kapan-kapan kita bahas yah tentang banyaknya transgender di anime Jepang.. contohnya sailor moon ini, kalo jadi orang biasa mereka bertiga ini lalaki tulen, tapi kalo jadi ksatria sailor mereka jadi awewe..hihihi..


.

suara ga bisa bohong..



biarpun tampak sangat laki (karena dadanya terkamuflase dengan badannya yang agak subur), suara nya yang khas sopran cewe membuat siapa pun tau kalo dia cewe..hehe...

Sunday, February 7, 2010

Marley V

"...Maskulin, Harga Diri, Sex, Birahi, Gigolo, Aman, Nyaman, Betina, Luina, Gigolo, Orgasme, Baby Retriever, Gigolo, Family, Jenuh, Penis, Gigolo,Sosis,Hotdog............Noooooooooo!!!! "

dan aku terbangun ngos-ngosan dari mimpi-baik-baik-buruk yang terus menghantui malam-malam ku seminggu ini...

haaah...kenapa jadi merasa susah begini ya jadi anjing ??? dan semua terasa jadi aneh semenjak kedatangan Luina dan merasa majikanku seakan-akan merenggut hak-ku sebagai binatang . Aku berfikir...sebenarnya apakah manusia yang dikebiri dan hilang kejantanannya juga memusingkan hal yang sama seperti aku? atau aku saja yang terlalu berlebihan dalam memandang hal ini padahal aku hanyalah seekor binatang?

aku ingin diakui....!!!!
dan entah karena otakku memang rendah intelegensi-nya dibandingkan manusia...atau sepertinya dianggap wajar jika aku berfikir hal ini....
aku berfikir untuk sungguh-sungguh menjadi...
...
...

GIGOLO....(..rrrrgggh..)

mungkin dengan menjadi gigolo, Luina akan memperhitungkan untuk masuk ke dalam daftar hewan penting-setelah-sempat-khilaf-memilih-kambing..

mungkin ketika menjadi gigolo...aku menjadi pioneer di dunia anjing bahwa ukuran dan 'kejantanan' bukanlah segalanya, tapi kepuasan memenuhi kebutuhan lahir batin pasanganlah yang utama

dan mungkin setelah menjadi gigolo...aku tak lagi di bilang sissy-silly-dog oleh puddle-puddle itu...

yeaaaa ;) !

Test drive pertama ? Luina !!!
esoknya aku janjian dengan Luina untuk bertemu mengajaknya kencan di taman belakang rumah majikanku. Aku ingin tau seperti apa 'arti kepuasan' dari pandangannya dan....ingin mengetahui kebenaran tentang dirinya yang pernah menyukai kambing (ga penting tapi penting buatku...hehe).

Selama kencan, aku mengajaknya bercanda dan ngobrol2 ringan....hingga sampai ke arah obrolan yang agak serius dan menjurus...(halah)

Marley : " Luina...suka ga dengan tulang yang aku bawa buat kamu ?"
Luina : " Suka...rasanya gurih :D "
Marley : " Hehehe....sengaja aku pilihkan tulang dari jenis kambing BERHATI PELANGI loh ;) "

Luina sempat hampir tersedak...dan diam sejenak....tapi beberapa saat ia pun melanjutkan kunyahan tulang kambing itu dengan berseri-seri. Pikirku...berarti benar nampaknya gosip itu.

Marley : " Luina, aku pengen ngomong sesuatu..."
Luina : " Apa itu Moooollly ? " (Luina mulai flirting...hehe)
Marley : "Aaa...aku udah lama merhatiin kamu...dan kayaknya..."
Luina pun mendekat dan memandangiku dengan tatapannya yang buat aku melting...

Marley : " Kayaknya ....aku suka kamu..."
Luina pun mendekat dan aku spontan mendekatkan mukaku ke arah mukanya...
yeaaaa...we're kissing dan lain-lain hingga akhirnya menuju ke arah momen inti..

Marley : "Doggy-style, Luina ?"
Luina : "No no no....Goatty-style !!!"
Marley : "Whaaaaaattt ttthhhee ffffiiish!!!....heeeeeeyyy, we're dog, tau ga ?!?!! "

dan dalam keadaan seperti itu...mendadak kepalaku berat dan pandangan menjadi kabur dan hitam....


P.S. : monggo dilanjutken jeung Lushka...:)

Friday, February 5, 2010

Feelin like a new born baby?

Two elderly gentlemen from a retirement center were sitting on a bench under a tree when one turns to the other and says, "Ted, I'm 83 years old now and I'm just full of aches and pains. I know you're about my age. How do you feel?"

Ted says, "I feel like a newborn baby."

"Really? Like a newborn baby?"

"Yep. No hair, no teeth, and I think I just wet my pants."

Thursday, February 4, 2010

Marley IV

Walaupun perasaan tertekan tidak memiliki “kejantanan” perlahan aku terima, bukan berarti terkadang ada dorongan-dorongan aneh yang muncul kalau aku melihat “kejantanan” anjing lain. Tanpa sadar aku sering memperhatikan penis-penis anjing jantan lain dan menimbang, mengukur, berharap kembali. “Yang itu besar sekali”, “wah, kecil tapi bengkok”, atau “ah, terlalu merah”. Bukan jarang juga kalau ketahuan sedang memperhatikan penis anjing lain, aku dikejar-kejar sama si empunya penis. Tapi semenjak “kejantanan”-kuhilang, aku ngga punya keinginan melawan balik *sigh*. Ya, aku terobsesi dengan penis sekarang. Rasanya penis adalah jawaban satu-satunya untuk semua masalahku.


Itu juga mungkin yang membuat Luina merasa tenang-tenang saja dekat-dekat denganku. Padahal kalau ditanya, saya sering sekali gelisah kalau sedang tidur berdua dengan Luina. Kalu sudah sepertiitu, aku berusaha mengingat-ingat kalau Luina sepertinya pernah suka dengan seekor kambing..hiii...


Sekali waktu aku tidak sengaja pernah mendengar berita kalau penis bisa dipasangkan kembali. Seorang manusia betina marah dengan suaminya dan memotong penisnya ketika tidur. Aku jadi berharap kalau anjing bisa juga ngga ya? Kalau Ferre yang sedang kebagian menyiapkan makananku, biasanya aku akan mengambil posisi duduk mengangkang sambil memandang sedih ke arah selangkangan. Ferre sepertinya mengerti dan menceritakan perilaku aku ke Sisil. Tapi Sisil selalu mentertawakan Ferre dan bilang kalau dia manis sekali dan tidak lama tempat tidur mereka kembali berderak-derak *sigh* apa memang aku harus menerima kalau masa depanku suram?


Anjing jantan aneh yang suka memperhatikan penis anjing lain tapi punya perasaan terpendam dengan anjing betina yang suka dengan kambing. Ah, nistaaaaa....


Ya sudah! Sekarang jadi terbersit keinginan untuk jual diri saja! Toh, aku ngga bisa menghamili juga. Banyak anjing-anjing betina di sekitar rumah yang dihamili anjing-anjing jantan liar, lalu ditinggalkan. Siapa tahu statusku bisa sedikit naik. Dikebiri kan bukan berarti kehilangan kemampuan memuaskan pasangan. Tapi semenjak dikebiri, percaya diriku juga perlahan-lahan menurun. Harus test-drive dengan siapa ya?


*lho kok jadi cerita anjing gigolo..hiahahahaha...Dilanjutkan Ori saja. Monggo...*

Tuesday, February 2, 2010

lagi ngapain sih?



ini kucing stuck dengan gaya seperti itu hampir selama yaaaa lima menitan lah.. mungkin dia lagi ngulet2 trus kesemutan ato tulangnya kecengklak..ato dia uda mati..hihihihihihi.. ga ah, masih idup kok, abis itu dia nyakar gue soalnya..hehehehehehe... piss yo!

mau dinas, manggung, ato emang biasa begenong, bok?



ujan2..lagi nunggu temen, di peron seberang ada dua orang yang sangat mencolok..hehe..waktu itu abis baca postingan mith2 yang tentang crossdresser.. mereka termasuk ga? hehe.. make upnya itu lohhhhh... ga nahaaaaaannn... XD

gambar apakah ini?



jadi inget kapur tulis warna-warni waktu di TK..hihihihihi... XD

love that will last

Monday, February 1, 2010

DILEMA CEWE HOMO


Setelah perjalanan liburan ke Jogja bersama kawan-kawan hetero gue dan mengambil kesempatan langka tersebut untuk sekalian ketemu pacar, seperti biasa gue pasti akan menghabiskan lebih banyak waktu untuk merenungkan kembali hubungan gue dengan pacar dan berpikir untuk dibawa kemana untuk hubungan ini ke depannya. Walopun belum sempat ngomongin hal ini berdua dengan pacar secara serius di antara waktu kemarin liburan (ya iyalah pasti dimanfaatkan untuk yang lain lah yah.hehe), mau gamau gue kepikiran gimana ke depannya nasib gue dan si pacar sekarang-sekarang ini. Apakah lanjut dengan coming out ke keluarga? Apakah bekstrit sebekstrit-bekstritya sampe cuma Tuhan, kami berdua, anak IHA, anak genk Gokil, tetangga-tetangga IHA, sohib kampus, senior kampus, psikolognya pacar,temen kampus, temen SMAnya pacar, dan mantan pacar aja yang tau (banyak yah..hehe)? atau tetap lanjut dengan bekstrit kayagini tapi hubungan dengan dua belah duren-eh maksudnya keluarga tetap adem ayem gemah ripah lok jinawi?

Haiiiiisssshhhh… kalo lagi otaknya rasional bisa nih ngomongin hal itu panjang lebar tanpa berurai air mata, paling-paling ngeces air iler karena ngantuk..hehe.. tapi jangan harap kalo lagi mellow-ow-ow bisa ngebahas hal itu sampai tuntas. Jangankan tuntas, baru sampe bahasan bab I alias pendahuluan di bagian rumusan masalah (which is gue LDR) aja uda bisa berlinangan air mata, seliter ingus dan ngabisin tiga belas kotak tisu. Hohohohoho… tapi yah masalah ini mau gamau, rela ga rela, capek ga capek, nyadar ga nyadar, niat ga niat, yakin ga yakin, laper ga laper (ini apa sih?) harus diomongin.

Setiap hubungan pasti harus ada ujungnya. Kaya waktu dulu kita belajar nyimpul tali tambang waktu ekskul pramuka, simpul tali yang kita buat pasti ada ujungnya dan kuat tidaknya ikatannya tergantung dari simpul yang kita bikin. Mau yang gampang banget dilepas atau yang kuat banget sampe niscaya tidak ada seorang pun di dunia persilatan ini yang mampu melepaskannya. nah..untuk hubungan yang normal pada umumnya pasti kan berlanjut ke jenjang pernikahan kan tuh.. iya. NIKAH. hahahaha.. ribet deh buat kita2 yang punya pacar cewe. belum lagi sebagai wanita mau ga mau lebih banyak terbeban secara social dengan semua kungkungan nilai dan aturan yang ada di masayrakat yang mengharuskan kita menikah (sebaiknya)sebelum usia 30. lain dengan cowo. Lepas usia segitu mereka dibilang matang, lha kalo cewe belum nikah di usia segitu pasti dianggep ga laku. Hih! Apanya yang emansisapi kalo masih ada pandangan diskriminatif kaya gitu! Babi! Belum lagi tuntutan dari keluarga yang katanya demi nama baik lah, yang untuk ini lah..untuk itu lah..bah! kucing!

Kalau hubungan antara sepasang manusia yang beda anuannya (hayo beda apanyaa?) ya gapapa. Kalau pun beda agama atau keyakinan, semuanya lebih bisa dianggap mudah diatur dan lebih bisa dimaklumi. Naaahhhh… kalo ni dua orang sama-sama awewe alias onna no ko alias peyempuan kumahaaaaa? Ehehehehehe..

Mungkin di tetangga pernah dibahas beberapa kasus dan berusaha memberikan solusinya. Kalau untuk tahap pacaran sih masih oke yah jalanin hubungan jalan belakang (bukan ngomongin pantat loh! Bukan!). Gimana untuk yang uda mentog dan ga kepikiran orang lain lagi selain pacaaaar padahal batang umur uda makin menjorok ke arah barat dan makin lama makin merunduk (rematik ato osteoporosis, bok? hehe..)? karena biasanya niiih kalao uda dalam tahap itu serangan dan rongrongan keluarga yang menuntut kejelasan keberadaan pacar ato bahkan calon suami sudah masuk ke tahap mengkhawatirkan, ga bisa dibendung alias kritis. Mana nyaman ketemu keluarga kalo tatapannya ga jauh-jauh dari “mana cowonya? Kapan nikah?” dari yang bersahabat sampe yang sinis menjurus menyindir kaya “Ihh ga laku-laku”, “ihh keteknya bau” (lho?)

Untuk mengatasi hal itu gue sempet kepikiran beberapa hal :

Pertama, tinggal jauh banget dari keluarga. Sebisa mungkin ke tempat yang aga sulit untuk orang rumah nyusul. Jepang, kanada, rusia, kutub, ato alam gaib. Hheehehe.. tapi pacar tidak mau tinggal di luar negeri karena dia sangat cinta Indonesia, jadi rencana pertama gagal dengan sukses.

Ke dua, bikin kecelakaan buatan yang membuat keluarga taunya gue uda mati. Trus tinggal aga jauhan dengan ID baru. Tapi konsekuensinya adalah ga punya keluarga lagi. Mau sekangen apapun ma orang rumah tetep ga boleh pulang. Kan uda mati jadi diriku bukan diriku lagi (kaya judul sinetron yak).. gue sih nyantai aja kalo harus kayagitu, tapi pacar gamau. Jadi rencana kedua gagal secara aklamasi.

Ke tiga, sama-sama menikah dengan sepasang homo juga. Dan punya rumah sebelahan dengan pintu rahasia jadi kapan pun bisa tuker pasangan. Rencana ini sempet oke juga di pikiran, tapi aga sulit karena gue punya nyokap ahli nujum dan keluarga gue sangat peka dengan cowo homo (gatau kenapa). Apalagi tingkat religius keluarga kami berdua yang mungkin aga sulit ditembus dua cowo homo calon suami kami (yang ada mereka tobat duluan tar). Jadi rencana ke tiga masih ditangguhkan.

Ke empat. Tidak menikah (secara kasat mata bagi keluarga) dan tetap bekstrit as seen as well (hihi.. inggris gue kacau ya). Sibukkan diri dengan hal-hal berguna bagi nusa dan bangsa dan berusaha kokoh menolak segala jenis perjodohan dan segala bentuk pemakzulan yang ada. Tetep eksis di keluarga tapi dengan kuping setebel lemari (ya iyalah pasti banyak gunjingan ga sedap sampe rengekan nyokap yang minta kita nikah dan pengen mainan berupa cucu yang bau), rona muka yang bisa disetting normal (karena biarpun pengen marah digunjingi mukanya bisa tetep datar dan keren), sikap yang teguh (tak tergoyahkan dari apapun kecuali pacar yang selingkuh). Rencana ke empat so far terancam dari keluarga gue yang mengharuskan gue nikah sebelum umur 25. hahaha..

Ke lima. Menikah dengan cowo hetero yang cinta mampus ma kita walopun kita (ngakunya) sakit kanker rahim yang kalo disetubuhi akan bikin jantung kita mogok kerja seketika. Tapi di saat yang sama dia gatau kalo kita ada affair ma pacar. Rencana ke lima secara rasional ga bakalan berhasil karena pasti si cowo itu akan bawa ke dokter meriksain diri kita dan cari tau gimana cara nyembuhinnya. Ya iyalah masa ga mau sih ML ma istrinya? Kecuali dia homo atau ga punya titit *umpetin golok*.

Ke enam. Menikah dengan hetero bule yang harus dinas ke negeri asalnya lamaaaa banget sambil dijampe-jampe dari sini biar dia lupa punya istri kita, atau mati sekalian di sana jadi gausa balik dan kita bebas bersama pacar tapi kewajiban menikah sudah ada di tangan. Rencana ke enam aga sulit karena sampe sekarang ga punya temen bule. Lagian kalo punya pasti disekap ma nyokap gue dan disuruh nelorin gue dulu baru dia bole pulang. Hiiiii....

Ke tujuh. Nikah ma sapa aja (berlaku untuk gue ato pacar) dan usahakan beberapa cara biar itu laki ga mendaratkan seujung kuku pun ke tubuh kita. Caranya banyak kok : dari perjanjian formal seperti materai dengan taruhan harta atau nyawa seluruh keluarga dan tujuh turunannya, hipnotis yang menyerang alam bawah sadarnya sampe dia selalu ketiduran saat mau megang kita, sampe bunuh dia dengan racun sianida terbaru yang ga bisa terdeteksi dengan apa pun (paling-paling cuma akan terdiagnosa serangan jantung). Cara ini belum bisa dibilang oke karena gue belum punya harta segudang yang bisa digono-giniin dan belum nemu racunnya.

Ke delapan. Terima nasib diselingkuhi atau menyelingkuhi. Menikah dengan semua keberadaan suami (hetero) yang terserah tau apa ga dengan orientasi sex kita dan berusaha menjalani sisa hidup sebagai istri yang baik buat dia dan keluarga tapi tetep menyelingkuhinya dengan tetap berhubungan dengan pacar. Hmm.. kalo gue sih ogah. Gue ga bakalan mau nyentuh pacar kalo dia sudah disentuh orang lain tanpa gue bunuh dulu orang itu. Hehe.. gue serius.

Ke sembilan. Putusin pacar dan dengan niat baja kembali di jalan lurus seperti yang orang-orang dan keluarga inginkan. Menikah. Berkeluarga, beranak-pinak dan memenuhi bumi. Keluarga sih senang yah pastinya, kita? Untuk rencana yang terakhir, ngebayanginnya pun gue ogah. Hummm....

Ke sembilan rencana tadi bisa sih dilakuin asal dengan usaha dan niat yang lebih plus segudang kenekatan. Lalu bagaimana dengan yang instan? Gue baca di salah satu page-nya mereka, sepasang cewe yang pacaran (saat tu masih seusia toge) nekat kabur dari rumah karena ketauan dan diancam dipisahin dengan salah satunya disekolahin ke luar angkasa. Akhirnya dengan segala keterbatasan, kemelaratan yang mereka punya, mereka berjuang untuk tetap bersama dan tetap berusaha meyakinkan keluarga mereka dengan keyakinan dan keteguhan yang mereka miliki. Satu kisah diakhiri dengan ending yang bahagia : mereka langgeng dengan hidup berkecukupan plus dua belah keluarga akhirnya luluh dan menerima hubungan mereka. What a story, huh?

Tapi apa iya kabur bisa menyelesaikan masalah? Selain rasa ga nyaman dan ga aman karena merasa dikerjar-kejar mata-mata dan intel keluarga, oknum yang bersangkutan pastilah juga diselimuti perasaan bersalah karena nyakitin perasaan nyokap dan keluarga yang (katanya) sayang banget. selain itu (yang pasti nih yah) kabur ga bakalan bisa dilakuin dengan mudah. Gue membayangkan kalo gue kabur ma pacar jangan berharap bisa berakhir seperti itu. yang ada pasti gue dicari pake sekompi polisi dan pacar dipenjara karena dituduh menculik gue. Itu masih bagus karena belum pake acara hajar-menghajar dari kakak-kakak gue yang pernah bilang ga bakalan nganggep cewe gue cewe karena uda berani-beraninya bawa kabur ade mereka dan berani jadi pejantan buat (jagain) gue. Dan itu pun belum pake acara berdzikir, ratapan dan doa puasa berhari-hari kalau perlu berabad-abad dari keluarga gue dan keluarganya dia yang hasilnya pasti ujan awal ujan akhir lengkap dengan konseling dan ritual pertobatan dari sumpah pengakuan, pelepasan pengusiran setan sampe baptisan selam.

Haaaaaahhhhhh... rasanya pengen ngejeduk-jedukin kepala trus serahin otak gue ke mereka yang maksa gue untuk jalanin hidup dengan ”normal”.

Gue gatau mana yang paling mungkin dari semua kemungkinan yang ada. Since gue ga percaya takdir jadi gue akan tetap berusaha merumuskan rencana yang terbaik yang bisa gue lakuin dengan pacar dengan sebisa mungkin meminimalisir sakit hati di pihak keluarga (gue ga bisa dan gamau maksa dia harus milih antara gue ato keluarga. penge sih, tapi ga ah.).

Seorang sohib hetero gue kemarin bilang gini ke gue, ”jalanin aja dua-duanya. ya keluarga, ya pacaran lu. lagipula untuk nikah? lu? Dream on!”

Ahahahaha..

Marley (iii)

Pada awalnya aku sangat kesal karena dikebiri. Gimana nggak kalo gara-gara dikebiri ini membuatku jadi krisis identitas. Sebagai anjing jantan, nyatanya aku gak bisa jadi pejantan. Kekesalanku makin menjadi-jadi setiap kali si pudel genit peliharaan tante sebelah meledek dan mengatai aku banci.

Sejak kedatangan Luina, aku sudah tidak lagi mempermasalahkan semua itu. Tanpa sadar aku malah bersyukur telah dikebiri. Soalnya, keadaanku yang tidak mungkin menghamili, membuat Luina merasa nyaman bila dekat denganku. Kami selalu berdua. Makan, bergunjing, bahkan tidur juga berdua. Tidak heran kenapa si Bitu kelihatan tidak senang atas kedekatanku dengan Luina. Yah kali aja si hitam berekor panjang dan berbulu lebat itu naksir si Luina.

Dulu aku geram kalo si pudel centil memanggilku Molly. Tapi sekarang Luina justru menggunakan nama Molly untuk memangilku dan aku merasa suka dia memangilku seperti itu. Bahkan nama lengkapku sekarang adalah Mollyraklirik. Hahahaha… Waktu aku tanyakan kenapa dia memberiku nama Mollyraklirik? Dia bilang nama itu akan mengingatkannya pada kambing gila nan absurd dari masa lalunya. Waktu aku Tanya lagi kenapa kambing itu begitu istimewa buatnya? Luina bilang karena itu adalah satu-satunya kambing di jagat raya ini yang tidak mengembek. Tiap kali kambing itu bersuara, bukan suara “mbeeeeehehehehekk” yang keluar tapi “jiaaaaaaahahahahaha”.



Uhm.. segini aja deh. Tadinya aku mo bikin si Bitu malah naksir si Mollyraklirik tp mood mendadak ilang. Hehehe.. Tolong lanjutin ya Mith.

  © Blogger templates Brooklyn by Ourblogtemplates.com 2008 modified by: Adriel Shakti

Back to TOP