Thursday, December 10, 2009

No More Life (TAMADDDD)

terdengar bunyi kresek-kresek dari arah belakang mereka. Arah yang sama dengan posisi si anjing berbulu perak. Rey memutar badan dan mundur selangkah dengan protektif, berusaha melindungi Mini dari bahaya yang sangat mungkin mengancam. Perasaan waswas meliputi keduanya. Refleks, Rey memegangi taring pemberian si kakek misterius tadi. Dipegangnya erat,berharap taring tersebut memiliki kekuatan mistis yang dapat menguak misteri rumah Juminten Jamu. Atau setidaknya bisa menyelamatkan mereka dari anjing perak yang tiba-tiba bangun dan melangkah ke arah mereka.

Mini mencengkeram tangan Rey erat. Si anjing perak menggeram. Rey mundur teratur. Di dalam hati ia mengutuki Juminten Jamu.

"kemana sih kok nggak nongol juga..Juminten jamu..saya nggak mau digigit doggie ini.." Rey berbisik lirih..Mini semakin merapat ke arahnya. Tiba-tiba dari kegelapan di belakang anjing perak muncul lah sesosok wanita berambut panjang dan baju putih. Rey tersentak kaget. Sekujur tubuhnya dingin seketika. Bulu kuduknya meremang. wanita itu berjalan mendekat. semakin dekat.

"kamu nggak akhan dighighit khog..hihihihi.." wanita itu berbicara masih dalam keremangan. sosoknya yang misterius membuat Rey penasaran, jangan-jangan dia ini si Juminten Jamu. dari cara bicaranya sih sudah mirip. Tapi, ada yang salah dengan hal ini.

“Rey, itu apa..itu yang rambutnya panjang2 itu..yang tadi ngomong..masa itu Juminten Jamu?????” Mini mulai dilanda kepanikan dan mencengeram Rey lebih erat ketika sosok misterius itu makin jelas. Rambutnya panjang se-lantai, bajunya putih, wanita itu tinggi semampai, dan..jalannya agak melambai?? *glek*

Wanita..eh,,iya deh,wanita..wanita yang ternyata sangat jelita itu menyapa mereka ramah sambil memasangkan tali ke leher anjing berbulu silver. “sebentar yha Jeung. Saya nyalain lampu dulu. Monggo pinarak..aduuh makasih yaa udha diibawain bohlamnya..” Wanita itu menghampiri Rey dan mengambil taring tadi dari tangan Rey, membuka mulut si Moli dan memasang taring itu di graham Moli. Setelah itu ia memencet hidung si Moli. Seketika, terang benderang lah ruangan tersebut. Mini terlonjak kaget. Moli memendaran cahaya yang menerangi ruangan tersebut. “jangan kaget, kisanak. Moli ini serbaguna. Selain jadi anjing penjaga, dia bisa juga jadi lampu. Praktis kan?”

Rey dan mini mengangguk takjub kemudian Rey berdeham.

“ehem..jadi, Juminten Jamu..”

“akhu sudha tauh apha yang kalian inginkhan. Yuk marii ikut saya ke ruangan belakhang..capchuss ya bok..” Ujar Juminten sambil berlalu didahului oleh Moli selaku lampu. Rey dan Mini saling berpandangan penuh isyarat. Ikutin-nggak-ikutin-nggak-ikutin aja dehh. Mereka memasuki lapangan upacara. Laboratorium yang tertata sangat berantakan. Di depan mereka,Jumi berhenti dan mengobok-obok tumpukan rongsokan sampai rambutnya nyangkut kemana2 dan kembali menghampiri mereka membawa sebuah kabel USB dan botol cocacola lalu menyerahkannya pada Mini. “minum o..”

Mini mengerenyit. “kalo saya korslet gimana? Kok saya disuruh minum cocacola. Saya tuh makannya beling, bukan cocacola..” Mini menepis halus botol tersebut. Rey yang penasaran apa isi botol itu pun bertanya pada JumJam.

“itu apa,Jum?”

“ini...................cocacola.”

“sama dong sama yang di supermarket..tau gitu saya ke supermarket aja beli sendiri..”

“lho, ja bedha mas Rey. Piye toh iki. Iki cocacola-ne wis tak pendem 1000 tahun. Wis tak campur karo kembang 7 rupa, air 7 mata air tur perjalanane wis uadoooh tenan. Wis ngeliwati 1000 kuto. Wis tak takoni 1000 ati. Nek panjenengan ndak minat, ceriwis yo wiss. Mini ndak jadhi bisa hamilnya.” JumJam mutung. Wajahnya yang catik-nya antik karena mirip kuntiliani,anak kuntilanak itu merengut. Mini pun turut serta dalam perengutan itu. Wajahnya bertekuk-tekuk. Rey panik. Kok jadi dia diambekin 1 orang 1 robot gini sih.

“yaudah-yaudahh..jadi deh. Tapi gimana caranya? Kan ga mungkin Jum kalo si Mini ini disuruh minum itu kokakola.”

Juminten tersenyum penuh arti. Sebelah tangannya mengangkat USB cable dan memberikannya pada Rey. Rey bengong. Mini pasrah. Juminten membuka botol kokakolanya. Ketika terbuka,terciumlah semerbak kembang 7rupa, dan setelah itu tercium juga bau..seperti..hm..kuah pempek???

“nah Mini, kamu cobha colokin dhulu USB-nya ke diri kamu..setelah itu, minum Cocacolanya. Nggak akan korslet kok, nanti itu akan melemaskan engsel kamu dhan kamu akan bisa hamil. Serriusss. Percayalah. “ jumi berusaha meyakinkan walau pihak yang diyakinkan nggak yakin sama sekali tapi mau nggak mau nurut –daripada disantet sama JumJam- . Rey mengerenyit sambil membantu Mini menghabiskan ramuan cocacola-nya. Baunya itu looh..nggak nahaaan. Belum sampai habis botol cocacolanya, Mini mengejang. Pandangannya kosong dan tiba-tiba seperti di shut down, ia berhenti.

“jumi! Jumi! Ini kenapaaa??? Mini kenapaa????” Rey phaniiiq.

“tenang, mas Rey. Ngene wae kok yo nganggo panik. Mini bobok. Sebentar lagi juga bangun.” Juminten jamu membereskan botol dan sisa cocacola yang tumpah.Rey masih tetap panik,tapi dia merasa tidak ada gunanya lagi panik. Toh Mini belum juga membuka matanya. 5 menit..10 menit..12 menit..12menit3detik..dan tiba-tiba Mini terbangun, matanya membuka dan diikuti bunyi PLOP yang keras, Mini hilang ditengah asap.

“JUMIII…. MINI KENAPAAA???? MINIIIIII!!!!!!!!!! TIDAAAAAAAAAAAAAAAKKKKK!!!!!!!!!!!”

“aduuh duuh..mas Rey ini kok yha lebhayy banget tho…” Jumi masuk kekepulan asap, Moli menggeram sambil membuka matanya, menyinari Jumi. Dan jumi membungkuk, mengambil sesuatu dari lantai. Sebuah sosok yang mungil. Dengan rambut sama seperti Mini, dan wajah mirip dengan Mini. Rey speechless. Kakinya lemas seketika. Ia jatuh terduduk.




PERTANYAANNYA: SIAPAKAH YANG DIAMBIL JUMINTEN JAMU????
KIRIMKAN JAWABAN SERTA ALASANNYA DI COMMENT YAAA…ahuahahahahaha…

-TAMAD-

3 comments:

Shifra December 10, 2009 at 9:28 PM  

Itu miniiii! XD
*girang bgt*

Ayang2,aku maw yg kaya m0li..cariin yah.. Yah.. Yah.. X3
*tarik2 pcr,glend0tan manja bgt*

cesca December 11, 2009 at 7:59 AM  

pensip macam apa iniii? kok ada soal essaynyaa?

Rie December 11, 2009 at 1:06 PM  

huahahahahaha...cerdaaaaaaaaaaaaaas!!!!! Gak rugi aku nungguin pensip yang telat ini hehe....

  © Blogger templates Brooklyn by Ourblogtemplates.com 2008 modified by: Adriel Shakti

Back to TOP