Monday, November 15, 2010

Agen Jamu Gendong (edisi idul adha)

Susah payah Juminten naik turun gerbong kereta. Dan untuk kesekian kalinya dirinya harus menyingkap kainnya dengan seronok.
“Ki ngopo tho aku nganggo jarik??” Juminten kesal sendiri. Sedikit mengejan ia menaiki tangga kereta setinggi pusarnya itu.
Mak Brott!
Dia terkekeh sendiri, untuuung sepi dia membatin.

Gerbong kereta ini rupanya sudah lama tidak terpakai, besinya sudah agak berkarat, tercium bau pesing menyengat. Juminten baru menyadari ia ada di bengkel. Bengkel ini berisi bangkai-bangkai kereta. Tidak ada penerangan sama sekali. Cuma kutang GITD-nya yang ogah-ogahan membantu penglihatannya.
This wont work. Kata Juminten dengan gaya sok bule. Kemudian dengan wajah AHA, Juminten mengeluarkan permen karet kecil dengan bentuk seperti papan penggilesan, dan buru-buru meneliti tulisan di bungkus permen itu. Wooo, Y lagi, Y lagi. Rupanya Juminten mengumpulkan huruf-huruf di balik bungkus kertas. Sampai saat ini, ia berhasil mengumpulakn huruf Y-Y-U-L-A-M-I. Satuuu lagi. Kata Yu lasmi kalo lengkap nanti ada hadiahnya. Mata Juminten berbinar membayangkan yang mahal-mahal.

Buru-buru ia mengunyah permen karetnya, kemudian ia membentuk gelembung sebesar bohlam kamar mandi di rumahnya. Blip! Permen karet menyala setara neon 24W. Dengan begitu, ia tidak harus lagi naik turun gerbong, karena sekarang sekelilingnya terlihat jelas.

Selama 20 menit, Juminten menyisiri bengkel. Tapi si baju hitam-hitam tidak terlihat, bahkan suara langkah kaki pun tidak terdengar. Ia harus meIaporkan ini kepada Yu Lasmi. Lalu ia mengangkat jam jengkol-perantara-komunikasi-dengan-Yu-Lasmi ke dekat mulutnya. Panjang banget judulnya, biar kaya Panic at The Disco dan FOB band favoritnya. Sekali sentuh, terdengar cicitan Yu lasmi.

“Opoo jumm?”
“Dimana Yu? We baik-baik aja tho? Udah sampai mana?”
“Mbuh aku, aku ngikut truk sapi ki, ambuneee”
“wakakakka..limusinmu mana?”
“Tak jol karo ipad, edisi sing mbrojol pertama dari pabrik”
“Kanggo opo? Barang mu lho lebih canggih”
“Iseng ae jum, nggo gaya”
“Ckck, yowes”

Lho, tadi kan mau kasih tau Yu soal si baju Hitam. Ah, sudah jam 01.45, sebentar lagi kereta ke SasraMithya seharusnya berangkat. Jumi langsung melompat dan bergegas menuju stasiun lagi. Tapi arah stasiun mana ya? Juminten bingung, ia terlalu konsen mengejar si Hitam-Hitam sampai lupa menghafal arah.

Bubble Gum Neonnya kriyep-kriyep habis daya. Tapi ia masih bisa melihat sesuatu yang aneh di dekat kakinya, cincin Orion. Sepertinya cincin ini tidak sengaja dijatuhkan oleh si baju Hitam-Hitam mencurigakan, kok panjang ya? kita sebut saja Mr. X kawan-kawan. Jumi mengenali cincin ini, karena Yu Lasmi pernah menceritakan mengenai cincin ini lengkap dengan bentuk 3Dnya. Pasti ini ada hubungannya dengan Butho Ireng. Lantas ia menyusuri rel tempat terjatuhnya cincin Orion sampai habis terputus. Dan ia menyadari, ia tiba di sebuah kampung yang aneh. Pagi buta begini, aktifitasnya seperti jam 1 siang. Tukang bakso mangkal, anak kecil pulang sekolah, Ibu-ibu belanja beras. Kemudian matanya tertuju pada satu kandang kambing, di atasnya bertuliskan “MENJUAL KAMBING QURBAN”

Di balik kandang itu, ia melihat sesosok kaki empat kecintaannya.

***

Temans, maap yaa saya baru muncul. Harus dimaapin, kan lebaran. Hehehe..

Esssss, saatnya bertugas..

4 comments:

Sinyo November 15, 2010 7:36 PM  

yaileeeeeeeee knapa dipedot sih critanya????? bikin gateeeel taukkkkk??? *mati beneran deh inyo saking penasarannya* ckckckckck

Shifra November 16, 2010 12:04 AM  

Huahahahahahaha! Kangen ngakak baca pensip kaya td.. Hihi!! Ayo lanjutkaaan!!! Go abav! Gooo abaaav!!! Hihihihi...

Lushka November 17, 2010 7:15 AM  

Hahaha..iyaa, kangeeen baca Pensip!suka bagian permen karet Yosan! Hahaha hilarious...
Ayoo Esss, lanjutkeuuuuun

blackgoat November 19, 2010 8:35 AM  

aku sukaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa, aku sukaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa, abav telah kembaliiiiiiiiiiiiiii *peluk teman temaaaaaaan* pensipnya lucuuuu,hwahahahahahahaha

  © Blogger templates Brooklyn by Ourblogtemplates.com 2008 modified by: Adriel Shakti

Back to TOP